Minggu, 27 November 2011

Sepakbola SEA Games ke-26, SINGAPURA vs INDONESIA (0-2)

Pemain Timnas SEA Games, Patrich Wanggai, merayakan golnya ke gawang Singapura, dalam lanjutan babak penyisihan SEA Games 2011, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Indonesia menang 2-0. 11 November 2011.

JAKARTA - Timnas Indonesia U-23 kembali meraih hasil sempurna, Menghadapi Singapura di laga kedua SEA Games XXVI/2011 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) kemarin siang tim besutan Rahmad Darmawan itu mengalahkan Singapura dengan skor 2-0.

Tak hanya mengamankan tiga poin, hingga partai kedua gawang timnas U-23 yang dikawal Kurnia Meiga belum sekalipun kebobolan. Dengan kemenangan ini untuk sementara Indonesia kembali menempati posisi teratas klasemen sementara Grup A dengan poin enam.


Tampil di bawah terik matahari pukul 14.00 WIB skuad Merah Putih langsung menggebrak. Berawal dari bola kik off kerjasama Diego Michiels, Egi Melgiansyah, dan Titus Bonai berhasil dikonversi menjadi gol oleh Patrich Wanggai ketika pertandingan baru berjalan 45 detik!.


Unggul cepat membuat Egi Melgiansyah dkk makin bersemangat membombardir gawang Singapura yang dikawal Mohammad Izwan Bin Mahmud.Menit ke-10 dan 15 secara beruntun Patrich mengancam gawang Singapura. Sekali melenceng tipis dan sekali digagalkan kiper.


Cuaca panas akibat sengatan matahri sepertinya juga menular ke emosi pemain. Beberapa kali dalam laga kemarin pemain kedua tim terlibat "duel" yang dilanjutkan saling gontok-gontokan di lapangan dan harus dilerai wasit. Bahkan dimenit ke-22 Singapura harus bermain dengan 10 pemain setelah pemain depannya Navin Neil Vanu diusir keluar lapangan setelah menerima kartu kuning kedua. Unggul jumlah pemain timnas Merah Putih berhasil menggandakan keunggulan di menit ke-36 lewat aksi menawan Titus Bonai.


Sayang setelah unggul 2-0 dan lebih dalam jumlah pemain pemarforma tim malah tidak main bagus. Sebaliknya ritme dan determinasi tim mengendur. "Pemain sepertinya malah terbawa irama permainan Singapura yang mengubah formasi dari 3-4-3 menjadi 4-4-1 setelah kehilangan pemain. Skuad Garuda Muda juga berkali- kali terpancing emosinya oleh permainan cenderung kasar yang diperagakan Singapura.


Di menit-menit akhir beberapa pemain timnas U-23 terlihat lebih memilih pamer skill individu daripada bermain sebagai tim. Akibatnya aliran bola yang mestinya jadi peluang bisa dengan mudah dibaca oleh barisan pertahan lawan.


"Saya bersyukur dengan hasil ini walau sempat mengalami rasa seperti kurang percaya diri setelah unggul 2-0. Tapi dibantu positioning saat kehilangan bola dan tampil cukup disiplin itu membuat Singapura tidak bisa menekan," kata Rahmad Darmawan pelatih timnas U-23 dalam press conference usai pertandingan.


Menurut Rahmad, di laga kemarin pemainnya juga sering melakukan pelanggaran di sepertiga daerah sendiri. "Di babak kedua justru beberapa kali pemain kita keasyikan bermainan individu. Dribbling tidak efesisen dan kurang manfaatkan lebar lapangan," beber Rahmad. Pemain timns era 80-an itu juga mengakui pemainnya sedikit terpancing emosinya oleh permainan keras yang dilakukan pemain Singapura. "Itu akan jadi catatan buat saya," tegasnya.


Sementara itu Slobodan Pavkovic menyatakan jika kekalahan timnya lebih disebabkan oleh kesalahan individu pemain. "Kesalahan indivisu merusak semua persiapan dan strategi yang saya siapkan," kata Slobodan Pavkovic.


Menurutnya, gol cepat Indonesia disebabkan kesalahan barisan belakang. Dan kartu merah yang diterima Navin Neil Vanu ketika pertandingan baru berjalan 22 menit menurut Pavkovic membuat timnya makin kesulitan menandingi Indonesia. "Apalagi sebelumnya kami baru menyelesaikan pertandingan jam sembilan malam (Rabu malam) dan sekarang kami harus main jam dua siang. Itu menyulitkan kami," papar pelatih asal Serbia ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar